Desain dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Desain Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berfikir Kritis dalam Bidang Sains

 


Assalamualaikum wr wb

Hallooo teman teman, ketemu lagi nih dalam review review. Mata Kuliah desain dan evaluasi pembelajaran sains. :)

Kalau minggu lalu kita mengenal model pembelajaran yang menjadikan kita melek teknologi, nah sekarang kita akan membahas mengenai desain model pembelajaran kolaboratif berbasis keterampilan berfikir kritis dalam bidang sains.

Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu model pembelajaran memiliki strategi pembelajaran yang dapat menguatkan karakter bergotong royong. Ide awal dari pengembangan pembelajaran ini adalah, bahwa membangun konsep itu harus berpasangan, tidak mandiri.

Berpikir kritis didefinisikan sebagai kemampuan untuk menalar secara efektif, mengenali hubungan antara berbagai hal untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan.


Contoh model pembelajaran kolaboratif yang dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis

1. Group Investigation (GI). Semua anggota kelompok dituntut untuk  merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang  dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja  yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.


2. Academic-Constructive Controversy (AC). Setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya.


3. Cooperative Learning Stuctures (CLS). Dalam pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua siswa (berpasangan). Seorang siswa bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar,ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua siswa yang saling berpasangan itu berganti peran.


Penjelasan lebih lanjut ada didalam video yaaaa:)

selamat menyaksikan, Terimakasih:)

Wassalamualaikum Wr Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Quantum Learning

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Teknologi dalam Dunia Pendidikan