Project Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Kelompok 1 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

 


Assalamualaikum Wr.wb

Hallo Teman-teman, bertemu lagi nih sama fajru. kali ini fajru bakal kasih tau mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lohh....

model ini dipelajari dalam mata kuliah Model dan  Evaluasi Pembelajaran Sains yang diampu oleh Bapak Dr.Drs. Syamsurizal, S.Si.

ada yang pernah dengar nggak nih "model pembelajaran jigsaw"?

kalau belum simak pembahasannya dalam video yaa.

tapi tapii kali ini dalam video bukan hanya fajru yang  menjelaskan tapi berkolaborasi bersama rekan-rekan yang lain, karena materi ini merupakan tugas kelompok.

Kelompok 1

anggota:

1. Fajru Dalalatul Iqtiran

2. Laila Fitria

3. Fhadira Insani Putri

4. Syamsul Bahri

5. Sonia Angellina Putri

6. Arys Rafiah

7. Ana Sari Pulsande

8. Riski Kurnia Dari


baikk, penjelasan singkat mengenai model pembelajaran jigsaw:

Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa ingris yaitu gergaji ukir dan

ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle, yaitu sebuah teka teki yang

menyususn potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga

mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji ( jigsaw), yaitu siswa melakukan sesuatu

kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan

bersama.


Model pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu variasi model Collaborative Learning,

yaitu proses belajar kelompok dimana setiap anggota menyumbangkan informasi, pengalaman,

ide,sikap,pendapat,kemampuan, dan keterampilan yang dimilikinya untuk secara bersama-

sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota.

Model pembelajaran ini dikembangkan dari teori belajar konstruktivisme
yang lahir dari gagasan Piaget dan Vygotsky. Berdasarkan penelitian Piaget yang pertama dikemukakan bahwa pengetahuan itu dibangun dalam pikiran anak (Ratna,
1988: 181)

Dalam model pemebelajaran kooperatif ini guru berpesan sebagai fasilitator
yang berfungsi sebagai jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang lebih
tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada
siswa, tetapi harus juga membangun dalam pikirannya. Siswa mempunya
kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung dalam menerapkan ide-ide
meraka, ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk menemukan dan menerapkan
ide-ide mereka sendiri.

Terimakasih, sampai jumpa di review-review pembelajaran berikutnyaaa:)
semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semuaaa

Wassalamualaikum Wr.Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Quantum Learning

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Desain dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Desain Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berfikir Kritis dalam Bidang Sains